PENGORBANAN CINTA
Di sebuah desa
ada seorang gadis bernama Mona Rahayu. Ia anak seorang pekerja swasta yang
terkenal kesederhanaanya. Ia sangat disanjung-sanjung oleh para tetangga,
teman, ataupun sahabatnya. Entah itu karena kepintarannya atau kecantikannya.
Ia juga terkenal ramah, sopan, dan santun kepada orang-orang di sekitarnya.Ia
seorang siwa kelas IX SMP Maju Tak Gentar. Di sekolah, ia lebih banyak diam
daripada berkata-kata yang tak penting. Tapi, di balik kediamannya, ia juga
memendam rasa kagum kepada temannya, Aries . Aries adalah teman sekelas Mona
yang bisa dibilang begitu menguasai pelajaran di sekolahnya dan menjadi bintang
kelas.
“Eh,
aku boleh minta nomer Handphone mu nggak?” tanya Aries
“Emm,,
mau buat apa?”
“Yaa..
biar gampang aja komunikasi sama kamu kalo ada tugas. Boleh ya” pinta Aries
“Ya
sudah, ini nomer ku. Dicatat ya.” Jawab Mona sambil membacakan nomernya.
***
Siang berganti
sore, sore pun barganti malam. Di rumah, Mona masih mengingat jelas kejadian
tadi siang di sekolah. Baginya, itu adalah hal paling menyenangkan yang pernah
ia alami selama ini.
“Ya
Tuhan.. Inikah jawaban yang Engkau berikan kepada ku atas doa ku selama ini?”
tanya Mona dalam hati.
“Kring kring
kring.” bunyi handphone mengganggu lamunannya.
“ Siapa ya, jam
segini sms aku?” heran Mona sambil membuka sms
“Haii Mona, lagi
ngapain? Ini aku Aries.” Sms di handphone nya
“Ya ampun..
ternyata Aries yang sms aku. Seneng banget deh rasanya.” batin Mona
Dengan segera, ia pun membalas sms Aries.
***
Malam itu telah
mampu membuat hati Mona bagai di kahyangan sejenak. Ia merasa menjadi ratu
sejagad jika bersama Aries. Tak disangka-sangka pula, setelah sekian lama
berkomunikasi akhirnya Aries mengutarakan perasaan nya selama ini dengan Mona
secara langsung.
“Mona,
aku mau bilang sesuatu sama kamu.”
“Mau
bilang apa, Aries?” heran Mona
“Emm..
gimana ya? Aku bingung mau bilang bagaimana.”
“Nggak
usah sungkan-sungkan seperti itu. Anggap saja aku orang terdekatmu.” Tenang
Mona
“Nah
itu maksudku.” Jawab Aries
“Maksud
kamu apa?”
“kamu
itu sudah ku anggap orang terdekatku. Aku ingin kamu lebih dari seorang
sahabat.” Jelas Aries
“Jadi,
maksud kamu?”
“Iya..
aku ingin kamu jadi pacar ku. Menemani hari-hari ku yang selama ini kosong..
Gimana?”
“Ha
hee... ya aku mau jadi pacar mu, tapi dengan satu syarat.” Pinta Mona
“Apa
itu?”
“Kamu
harus setia kepada ku. Jika kamu melanggarnya,
jangan harap aku akan menjadi milikmu lagi. Bagaimana, apakah kamu siap
berjanji kepada ku?” jelas Mona
“Ya..
aku siap berjanji kepadamu.” Janji Aries
***
3 bulan berlalu,
5 bulan pun berlalu. Kini usia hubungan mereka sudah hampir setengah tahun.
Suatu hari Aries mengajak Mona jalan-jalan ke kebun teh.
“Emm,,
situasinya enak banget ya. Cocok banget deh sama situasi hati ku saat ini.”
“Emangnya
hati mu sekarang gimana?” tanya Mona
“Seneng
banget karena ada kamu disisiku saat ini. Rasanya aku ingin menghentikan waktu
biar situasi seperti ini nggak cepat berlalu begitu saja.” Jelas Aries
“Nggak
usah nggombal gitu deh.”
“Ini
beneran Mona. Andaikan besok aku sudah tiada, bagaimana? Apakah kamu akan
menangisi kepergian ku ?”
“Kamu
itu ngomong apa sih? Ya pasti aku akan menangis.”
“Kamu
nggak usah menangis, Mona. Aku nggak mau melihat airmata mu menetes.”
“Makanya,
kamu sekarang nggak usah bilang seperti itu lagi ya, kalo kamu mengulangi lagi
aku akan menangis sekarang. Percayalah aku akan selalu ada untukmu.” Sahut Mona
“Ya,
aku percaya akan hal itu.” Jawab Aries
“Sip
deh, eh pulang yuk. Udah sore nih.”
“Ayoo..”
***
Malam itu sangat
dingin bagi Aries. Ia sudah merasa tidak sanggup lagi untuk melewati malam yang
panjang itu. Di tempat lain, Mona sedang gelisah memikirkan kata-kata Aries
sewaktu di kebun teh. Entah, apa maksudnya dan apa artinya tapi di benak Mona
ingin menanyakan apa sebenarnya maksud yang diucapkan Aries. Tapi, ia tak
sampai hati menanyakannya. Malam itu pun ia tidur sampai larut malam karena
sangat galaunya.
Pagi harinya di
sekolah, Mona merasa jauh dengan Aries. Di hari itu, entah apa sebabnya Aries
terasa berbeda tingkah lakunya. Mulai dari sering cari perhatian teman
perempuan Mona, dan sampai tega membiarkan Mona pulang sekolah sendiri.
Di rumah, Mona sangat kesal. Ia langsung
menelpon Aries. Ia ingin menanyakan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi
dengannya. Tapi, telfon Mona tidak diangkat oleh Aries. Ia pun semakin bingung,
berulang kali ia mencoba menelfon Aries tapi berulang kali pula Aries tidak
menyahutnya.Dia memutuskan untuk berhenti komunikasi dulu dengan Aries, ya
sekiranya masalah ini sudah cukup reda.
***
Satu minggu
kemudian, Aries menelfon Mona. Aries meminta Mona pergi ke taman saat itu juga
karena ada hal penting yang ingin Aries katakan kepada Mona. Jam 15:00 Mona pergi menju taman. Di taman,
Aries sudah menunggu di bangku panjang berwarna putih. Mona dengan segera
menemui Aries.
“Ada
apa,?” tanya Mona
“Aku
mau bilang sesuatu sama kamu” jawab Aries
“Kamu
mau bilang apa dengan ku?” heran Mona
“Aku
rasa kita sekarang sudah tidak cocok lagi. Akan lebih baik apabila kita saling
instropeksi diri dan mengurus diri sendiri.”
“Maksud
kamu apa?” (dengan nada kesal)
“Aku
rasa kamu sudah mengerti maksud ku sebenarnya. Lebih baikk kita break dulu.”
Jawab Aries
“Oo..
jadi ini balasan mu kepada ku? Setelah apa yang selama ini aku lakukan untuk
mu. Aku rela menangis batin melihat mu dekat dengan teman-teman ku. Jawabb !!!” bentak Mona
(diam
tanpa kata)
“Oo..
aku tahu, memang benar dugaan ku sekarang. Kau sudah melanggar janji kita dulu.
Ternyata kau tega membuat aku menangis. Ok fine, jika itu memang ingin kamu,
aku akan menuruti keinginanmu untuk yang terakhir kalinya. Tapi jangan harapkan
aku kembali menuruti keinginanmu.” Jelas Mona (sambil berlalu meninggalkan
Aries)
“Andaikan
kamu tahu. Aku sangat menyayangimu, Mona. Tapi aku tidak ingin membuatmu
menangis esok hari ketika aku sudah meninggalkan dunia ini.” Kata Aries
***
Setibanya di
rumah, Mona sangat sedih. Ia sangat sakit hati. Ia tidak habis fikir mengapa
Aries tega mengkhianati kesetiannya selama ini. Ia selalu menyalahkan dirinya
sendiri. Sampai ibunya juga bingung.
“Kamu
kenapa, Nak?” tanya ibu
“Ma,
ternyata Aries nggak setia. Dia tega duain aku.”
“Ya
sudah, yang sabar, Nak. Di luar sana masih banyak lelaki yang lebih baik dari
Aries.”
“Tapi
ma, aku sudah sayang sama Aries.”
“Coba
lupakan perlahan demi perlahan sayang. Coba ingat-ingat keburukanya padamu.”
Nasehat ibu
“Iya
ma, makasih ya ma nasehatnya.”
“Iya
sama-sama sayang, tapi kamu jangan sampai telat makan nya.”
“Iya
mama.”
***
2 bulan sudah
masa kelam itu berlalu. Ya, setelah kejadian itu, Aries pun hilang bak ditelan
bumi. Kemana perginya tak seorang pun tahu. Kabar terakhir yang didapatkan
adalah jika Aries pergi ke Singapura. Tak tahu mengapa ia pergi, yang penting
hal itu tak ingin Mona urusi.
Lina sahabat Mona
dari kecil, memberi tahu Mona jika Aries pergi ke Singapura untuk berobat.
“Mon,
Aries itu sedang kritis.”
“Terus
apa hubungannya dengan aku?” (cuek)
“Kamu
itu nggak perhatian banget sih,? “ heran Lina
“Ngapain
aku harus perhatian sama orang yang udah bikin aku sakit hati?”
“Kamu
nggak tahu, Mon. Aries itu rela mutusin kamu itu juga demi kamu. Kamu nyadar
nggak sih?”
“Maksudnya
apa?”
“Aries
itu nggak mau kamu sedih apalagi sampai nangis kalo kamu tahu sebenarnya
umurnya udah nggak lama lagi. Makanya, ia mutusi kamu.”
“emangnya
dia sakit apa?”
“Kanker
Hati, Mon. Umurnya tinggal beberapa minggu lagi.”
“Sungguh?
Mengapa kamu tidak bicarain itu sama aku dari dulu.”
“Karena
aku udah terlanjur janji sama Aries. Kemarin, Aries udah dibawa pulang ke
Jakarta karena orang tuanya udah nggak kuat biayain Aries di Singapura. Lebih
baik, kamu sekarang nemuin Aries di Rumah Sakit sebelum terlambat.” Jelas Lina
“Ya
kamu benar. Sekarang aku pergi kesana.” Gegas Mona
Jam
menunjukkan pukul 10:00. Dengan mengendarai motor mio nya, Mona langsung tancap
gas menuju Rumah Sakit. Takkan menghiraukan semua yang terjadi, yang terpenting
sekarang ia harus sampai di RS dan menemui Arie untuk minta maaf.
Tapi
apa daya, setibanya di depan kamar Aries, Mona melihat ibu Aries menangis tak
henti-henti. Mona mencoba bertanya kepada Ibu Aries
“Bu,
saya Mona teman Aries. Bagaimana keadaan Aries?” tanya Mona
“Yang
sabar ya, Nak. Aries baru saja menghembuskan nafas terakhirnya.” Jawab ibu
Aries
“Apa
bu? Tidak. Aries nggak mungkin meninggal. Ariess...... aku kesini untuk mu,
tapi kenapa kamu nggak mau bertemu dengan ku?” (menangis)
“Nak,
sebeum meninggal Aries sempat menulis surat ini dan mberpesan untuk
memberikannya untuk mu. Tolong diterima.”
“Iya
bu, terima kasih.”
Surat itu berisi
curahan hati Aries selama ini. Mona pun semakin menyesal setelah apa yang ia
lakukan terhadap Aries dulu. Tapi di akhir surat itu, ada tulisan “Keep smile
and move on”. Kata-kata itu yang membuat Mona tetap tegar dan kuat menghadapi
semua masalah itu.
TAMAT