Sabtu, 30 September 2017

“KERETA RAMAH, DIFABEL NYAMAN”




“Kereta Api Indonesia belum ramah difabel”, begitulah pendapat Titik Haryati salah satu pemerhati Anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang ditemui dalam diskusi 'Transportasi Baik, Transportasi Kita Semua' di Restoran Tesate, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/6/2017). Seperti yang kita ketahui bersama bahwa transportasi darat kereta api di Indonesia saat ini sudah mulai memunculkan jati dirinya. Beberapa tahun terakhir, PT KAI sudah mampu menunjukkan nilai baik kepada Menteri Perhubungan dan juga masyarakat luas. Demi menjaga citra nama baik PT KAI sendiri sering melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas bagi penumpangnya.

Kabar terakhir yang dilakukan oleh PT KAI adalah meluncurkan gerbong kereta api yang khusus bagi pelayanan kesehatan masyarakat sekitar stasiun. Dilihat dari tujuan dikeluarkannya gerbong khusus pelayanan kesehatan masyarakat, sudah pasti PT KAI mengutamakan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Namun, dibalik sukses dan gemilangnya transportasi kereta, masih ada orang difabel yang kesulitan mendapatkan pelayanan yang layak. Pelayanan yang dimaksud adalah dilihat dari sisi fasilitas peron yang khusus penguna kursi roda malah dialihfungsikan penjadi jalan koper penumpang, pintu otomatis khusus difabel yang belum ramah, dan juga bangku khusus difabel di dalam kereta yang terbatas dan belum nyaman. Karena permasalahan tersebut, sampai saat ini jarang ditemui penumpang difabel yang berpergian menggunakan kereta api. Untuk berpergian jarak jauh, penderita difabel dapat melakukan perjalanan menggunakan bus atau mobil.  

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan bahwa penumpang difabel masih kesulitan untuk naik ke atas peron dan juga masuk ke gerbong keretanya. Mereka dapat naik ke pintu gerbong dengan bantuan petugas stasiun. Namun, hal tersebut belum memberikan kenyamanan bagi penumpang difabel tersebut. Apalagi penumpang difabel yang antri tidak tepat di atas peron, dan pintu kereta terbuka di tengah jalan yang memaksa penumpang normal harus menggunakan tangg bantuan untuk naik. Bisa dibayangkan bagaimana nasib penumpang difabel yang akan naik ke gerbong kereta?

Oleh karena masalah tersebut, bahwa sebaiknya di setiap pintu gerbong kereta diberikan tangga khusus difabel yang otomatis tebuka ketika pintu kereta otomatis tebuka juga. Nantinya, penumpang difabel akan lebih nyaman dalam manggunakan kereta dan tidak merasa ribet selama perjalanan. Tangga pintu khusus difabel tersebut bisa diaplikasikan ke seluruh pintu atau hanya ditujukan untuk salah satu gerbong khusus penumpang difabel saja. Namun, yang terpenting adalah akan tersedia kemudahan jalan bagi kursi roda penumpang dari peron masuk ke gerbong.
Demikianlah sedikit opini tentang secuil harapan untuk Kereta Api Indonesia kedepannya. Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pegawai KAI khususnya.