“Kereta
Api Indonesia belum ramah difabel”, begitulah pendapat Titik Haryati salah satu
pemerhati Anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang ditemui dalam
diskusi 'Transportasi Baik, Transportasi Kita
Semua' di Restoran Tesate, Menteng,
Jakarta Pusat, Selasa (6/6/2017). Seperti yang kita ketahui bersama bahwa
transportasi darat kereta api di Indonesia saat ini sudah mulai memunculkan
jati dirinya. Beberapa tahun terakhir, PT KAI sudah mampu menunjukkan nilai
baik kepada Menteri Perhubungan dan juga masyarakat luas. Demi menjaga citra
nama baik PT KAI sendiri sering melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas
bagi penumpangnya.
Kabar terakhir yang dilakukan oleh PT KAI adalah meluncurkan
gerbong kereta api yang khusus bagi pelayanan kesehatan masyarakat sekitar
stasiun. Dilihat dari tujuan dikeluarkannya gerbong khusus pelayanan kesehatan
masyarakat, sudah pasti PT KAI mengutamakan kesejahteraan bagi masyarakat
sekitar. Namun, dibalik sukses dan gemilangnya transportasi kereta, masih ada orang
difabel yang kesulitan mendapatkan pelayanan yang layak. Pelayanan yang
dimaksud adalah dilihat dari sisi fasilitas peron yang khusus penguna kursi
roda malah dialihfungsikan penjadi jalan koper penumpang, pintu otomatis khusus
difabel yang belum ramah, dan juga bangku khusus difabel di dalam kereta yang
terbatas dan belum nyaman. Karena permasalahan tersebut, sampai saat ini jarang
ditemui penumpang difabel yang berpergian menggunakan kereta api. Untuk berpergian
jarak jauh, penderita difabel dapat melakukan perjalanan menggunakan bus atau
mobil.
Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan bahwa penumpang difabel masih kesulitan untuk naik ke
atas peron dan juga masuk ke gerbong keretanya. Mereka dapat naik ke pintu
gerbong dengan bantuan petugas stasiun. Namun, hal tersebut belum
memberikan kenyamanan bagi penumpang difabel tersebut. Apalagi penumpang
difabel yang antri tidak tepat di atas peron, dan pintu kereta terbuka di
tengah jalan yang memaksa penumpang normal harus menggunakan tangg bantuan
untuk naik. Bisa dibayangkan bagaimana nasib penumpang difabel yang akan naik
ke gerbong kereta?
Oleh
karena masalah tersebut, bahwa sebaiknya di setiap pintu
gerbong kereta diberikan tangga khusus difabel yang otomatis tebuka ketika
pintu kereta otomatis tebuka juga. Nantinya, penumpang difabel akan lebih
nyaman dalam manggunakan kereta dan tidak merasa ribet selama perjalanan. Tangga pintu khusus difabel tersebut bisa diaplikasikan ke seluruh pintu atau hanya ditujukan untuk salah satu gerbong khusus penumpang difabel saja. Namun, yang terpenting adalah akan tersedia kemudahan jalan bagi kursi roda penumpang dari peron masuk ke gerbong.
Demikianlah sedikit opini tentang secuil harapan untuk Kereta Api Indonesia kedepannya. Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pegawai KAI khususnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar